Agar Tak Ketinggalan Kereta, UKM Harus Lakukan Digitalisasi

Srinadi 99,7 FM | Radio Bali - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga menegaskan, saat ini sudah seharusnya UKM mengerti dan menggunakan internet sebagai bagian dari strategi pemasaran maupun branding produknya.
Hal ini ditegaskan Menkop, karena era digitalisasi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perdagangan domestik maupun pasar internasional.
"Kalau tidak mau ketinggalan kereta, digitalisasi UKM sudah jadi keharusan," ujar Puspayoga dalam keterangan resmi yang diterimaKompas.com, Kamis (20/10/2016).
Menurut Puspayoga dengan pemasaran via digital ini diyakini akan meningkatkan penjualan produk UKM, untuk selanjutnya diikuti dengan peningkatan produksi dan produktivitas UKM pun bisa naik.
"Tantangan UKM digital selanjutnya adalah bagaimana bisa menjaga kontinuitas dan kualitas produk. Kalau ini bisa dilewati, maka UKM tersebut akan sukses dan cepat berkembang," tambahya.
Kementerian Koperasi dan UKM sendiri  menargetkan 50 persen dari 49 PLUT bakal  jadi klinik bisnis Kampung UKM Digital hasil kerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).
“Secara bertahap dari 49 PLUT yang ada di 25 propinsi dan 24 Kabupaten diseluruh Indonesia akan jadi kampung UKM Digital, yang menjadi klinik bisnis bagi sentra usaha setempat, ujar Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati.
Sementara itu, program Kampung UKM Digital PT Telkom merupakan sarana percepatan terciptanya ekosistem bisnis melalui pemanfaatan Information Communication and Technology (ICT) secara komprehensif dan integratif, untuk mendukung usaha Koperasi dan UKM. 
“Bagi Telkom, sinergi dengan Kemenkop dan UKM ini sangatlah bermanfaaat untuk memperluas penetretasi digital sekaligus memajukan para pelaku UKM," kata Yoyo Setyono, EVP Divisi Bisnis Services PT Telkom.

KOMPAS

Related

Berita Ekonomi 4277268100777765526

Post a Comment

emo-but-icon

item